Jika
Anda berkunjung ke Banten, tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi makanan khas
hidangan untuk para sultan Banten. Warga menyebut makanan akulturasi
Arab-Banten itu dengan nama rabeg. Bahan baku utamanya adalah daging dan jeroan
kambing atau Wedhus . Bumbu rempah-rempah yang paling menonjol adalah jahe dan
lada, dengan sedikit rasa cabai merah. Maklum, dulu Banten memang dikenal
sebagai penghasil lada. Sampai-sampai ada daerah yang dinamai Pamarican, pusat
penyimpanan dan jual-beli lada pada masa lalu. Letaknya di sebelah utara
kompleks keraton, dekat dengan Bandar Banten.
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 September 2012
Sate Bandeng
Yang
paling unik dari kuliner khas Banten adalah bentuk penyajiannya dalam bentuk
sate, selain sate bebek yang menjadi andalan kuliner Banten yaitu sate bandeng.
Kuliner ini sudah terkenal di berbagai penjuru di Indonesia, dengan
dipublikasikannya kuliner ini melalui beberapa media, baik itu cetak dan
elektronik. Sate Bandeng yang terkenal di Banten yaitu Sate Bandeng Ibu Aliyah
(Kaujon Banten). Usaha ini didirikan sejak tahun 1989, merupakan usaha
turun-temurun dari sejak dahulu. Harga yang ditawarkan oleh Sate Bandeng Ibu
Aliyah termasuk tinggi yaitu sebesar Rp. 25 ribu per ekor. “Harga boleh lebih
mahal tetapi kita mengimbanginya dengan kualitas rasa yang lebih dan beda,”
ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

